Tren Belanja Online dari masa ke masa

Dulu dan Sekarang: Lazada Bahas Tren Belanja Online dari Masa ke Masa

Pandemi Covid-19 yang melkamu pada awal 2020 lalu telah berhasil mengubah tren belanja online, termasuk di Indonesia. Walaupun awalnya banyak perusahaan atau bisnis yang merasa kesulitan dengan perubahan dari offline ke online, namun pada akhirnya hampir sebagian besar bisnis berjualan secara online.

Bahkan, hasil survei BPS menunjukkan bahwa sebanyak 31% responden mengalami peningkatan aktivitas online shopping di masa pandemi. Sedangkan 28% responden mengalami penurunan aktivitas online shopping dan sisanya tetap.

Melihat tren belanja saat pandemi, mengingatkan tentang sejarah panjang tren belanja online di Indonesia. Dulu sebelum adanya e-commerce, pembeli hanya dapat berbelanja melalui forum ataupun media sosial saja.

Kira-kira bagaimana ya perjalanan belanja online di Indonesia?  Berikut telah kami rangkumkan untuk Anda.

Belanja Melalui Forum Jual Beli

Tampilan website Kaskus di tahun 2008 (atas) dan tampilan website Kaskus di tahun 2022 (bawah)

Diawali pada tahun 1999, kala itu Andrew Darwis membuat sebuah forum jual beli bernama Kaskus. Pengguna harus mendaftarkan dirinya pada forum tersebut sebelum dapat mulai berjualan, membeli, atau bahkan sekedar memberikan komentar saja. Walaupun Kaskus diluncurkan pada tahun 1999, butuh beberapa tahun sebelum akhirnya masyarakat tertarik dan menaruh perhatian pada Kaskus. Baru di pertengahan 2000-an Kaskus menjadi salah satu website yang digandrungi remaja pada masa itu, hingga akhirnya bermunculan forum-forum serupa.

Di forum jual beli manapun, pembeli dapat mencari barang yang ia inginkan melalui search bar yang berada di Kaskus. Nantinya, penjual akan memberikan nomor handphone ataupun email agar dapat membahas produk lebih detail. Transaksi kemudian dilanjutkan melalui SMS, bukan lagi melalui forum. Setelah pembayaran selesai, penjual akan mengirimkan barangnya kepada pembeli.

Cara ini memang cukup simple karena tak perlu adanya pihak ketiga yang menjadi ‘saksi’ atas jual beli tersebut. Namun, banyak juga kejadian dimana penjual menipu pembeli entah tidak mengirimkan barang, mengirimkan barang yang sudah tidak bagus lagi atau mengirimkan produk yang salah. Namun kamu tetap bisa memanfaatkan forum diskusi seperti Kaskus yang hanya berfokus pada setiap diskusi mengenai jual beli antar Sellers. Contohnya seperti forum diskusi komunitas penjual Lazada yang mempertemukan banyak Sellers lain untuk berdiskusi dan tanya jawab mengenai jual beli online.

Beralih Ke Media Sosial

Tampilan website Facebook di tahun 2008 (atas) dan tampilan website Facebook di tahun 2022 (bawah)

Kemunculan Facebook di pertengahan 2000-an berhasil mengubah tren belanja online di Indonesia, yang awalnya belanja dilakukan melalui forum jual beli, pada pertengahan hingga akhir 2000-an, banyak orang menggunakan sosial media. Orang-orang khususnya kaum wanita menggunakan sosial media untuk menjual dan membeli berbagai macam produk fashion hingga skincare.

Sama halnya seperti forum jual beli, pembeli akan memberikan nomor handphone dimana nantinya penjual dan pembeli akan bertransaksi langsung melalui sms atau private message di media sosial. Setelah selesai pembayaran, pembeli akan mengirimkan barang yang dibeli penjual.

Dengan sistem yang sama, tingkat keamanan antara forum jual beli dan media sosial dapat dikatakan cukup rendah karena tidak berhasil mengutamakan pembeli. Jika terjadi penipuan, baik forum maupun media sosial, tidak ada yang dapat dimintai pertanggung jawaban.

Kemunculan e-commerce di Indonesia

Tampilan website Lazada di tahun 2022

Walaupun e-commerce sudah digunakan sejak lama di luar negeri, di Indonesia sendiri e-commerce baru banyak digunakan setelah tahun 2010. Kala itupun fitur-fitur dan kelengkapan barang di e-commerce masih jauh dari sempurna. Namun, sejak kemunculan e-commerce, keamanan transaksi dinilai jauh lebih tinggi karena pembeli juga mendapat hak untuk mengkritik penjual jika ada kesalahan.

Telah terjadi peningkatan yang cukup signifikan pada e-commerce, bahkan awalnya e-commerce hanya memiliki website saja dan belum memiliki aplikasi di handphone. Di awal tahun 2010, internet di Indonesia belum dapat diakses semudah sekarang dan tampilannya pun masih terbatas sehingga banyak e-commerce hanya memiliki website saja. Walaupun sudah diminati banyak orang, namun saat itu e-commerce belum begitu populer karena belum dapat menjangkau banyak orang. Ketika internet sudah dapat diakses dengan mudah melalui handphone, barulah e-commerce banyak digunakan masyarakat.

e-commerce juga melakukan peningkatan; mulai dari fitur yang ditawarkan, kelengkapan produk, serta pengiriman. Tak hanya melayani pembeli, saat ini pun beberapa e-commerce turut memberi layanan bantuan bagi para penjual. Salah satu e-commerce yang selalu membantu seller adalah Lazada, yang memiliki fitur inkubasi dimana tim Lazada akan membantu seller baru untuk berjualan.

Melalui fitur ini, seller baru akan diajarkan berbagai hal selama 3 bulan; mulai dari mempelajari bagaimana caranya upload produk hingga cara menaikkan penjualan.  Selain itu, Lazada juga menyediakan fitur promosi produk baru, dimana seller dapat mempromosikan produk barunya untuk mendapat trafik dan penjualan lebih cepat.

Lazada juga selalu mengajarkan seller-nya teknologi-teknologi baru seperti livestreaming. Fitur livestreaming cukup populer dalam 1-2 tahun terakhir. Melalui livestreaming, Lazada memiliki fitur ‘See Now Buy Now’ dimana penonton dapat berbelanja hanya dengan mengklik product banner selama livestreaming tersebut. Tidak semua seller dapat melakukan livestreaming dengan mudah, karena itu tim Lazada membantu para seller tersebut untuk mempelajari fitur livestreaming.

 

Itulah sejarah singkat tren belanja online di Indonesia. Setelah melewati masa-masa dimana terjadi banyak kasus penipuan, kini masyarakat tak perlu khawatir karena ada e-commerce yang menjadi pihak ketiga sebagai saksi.

Bagi kamu yang ingin menambah penghasilan pun juga dapat berjualan online melalui Lazada, karena fitur-fitur yang ditawarkan akan membantu penjualan toko Anda. Tak hanya itu, tim Lazada juga secara aktif memberikan bimbingan agar bisnis kamu tumbuh secara . Tunggu apa lagi? Yuk, segera gabung bersama Lazada dan siap-siap bisnis kamu #NaikKeLaz di tahun 2022 ini.

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Tren Terbaru

Jangan ketinggalan tips jualan terbaru dari Lazada Seller Center!